Coba bayangkan segala kehidupan di atas muka bumi tiba-tiba terhenti seketika tidak kira manusia, tumbuhan, mesin atau komputer yang selalu kita gunakan? Bagaimanakah keadaan selepas itu ia kembali seperti biasa? Tentu kita semua bingung dengan peristiwa aneh tersebut. Namun sebenarnya di sebalik kejadian tersebut terdapat pelbagai hikmah yang dapat kita pelajari. Di sinilah kita perlu kembali menghitung dan memikirkan kembali siapakah Pencipta kepada seluruh kehidupan di atas muka bumi ini.Siapakah yang mengurniakan segala kurniaan dan nikmat yang tidak terhingga bilangannya kepada seluruh alam? Tanpanya segala kehidupan yang bernafas tidak akan hidup.(Al-Infithar: 6-8)
Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah An-Nahl ayat 18 yang tafsirnya:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kamu, tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani."
Sesungguhnya sudah pasti kita tidak mampu menghitung atau mengira nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita tanpa meminta sebarang balasan. Justeru itu perlulah kita menyedari segala nikmat yang dianugerahkan tidak kira ketika sihat, suka, senang, mudah bergerak, bercakap, melihat, mendengar dan sebagainya yang digunakan dalam kehidupan seharian kita.
Allah s.w.t. berfirman:
”Adapun manusia apabila Tuhannya menguji lalu memuliakan-Nya dan diberiNya kesenangan, maka ia berkata: ”Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka ia berkata: Tuhanku menghinaku.” (Al-Fajr: 15-16)
Allah telah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (QS.13: 28)
“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan selalu ingat (pula) kepada kalian. “(QS.2:152)
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah (niscaya Allah akan memberikan ampunan dan pahala yang besar kepada mereka).”(QS.33: 35)
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. “(QS.33: 41-42)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta dan anak-anak kalian sampai melalaikan kalian dari mengingat Allah.” (QS. 63:9)
“Dan ingatlah kepada Tuhan kalian jika kalian lupa.” (QS. 18: 24)
“Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu. Sesungguhnya kamu berada dalam pengawasan Kami. Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu hendak berdiri dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat pada malam hari dan pada waktu terbenam bintang-bintang (pada waktu fajar).” (QS. 52: 48-49)
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kalian dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung.” (QS. 8:45)
Dalam sebuah Hadist shahih disebutkan: “Perumpamaan orang yang selalu mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat Tuhannya sama dengan perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati.” 55)
Rasulullah pernah bersabda: “Al-Mufarridun mendahului (masuk surga). “Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah al-mufarridun itu?” Beliau menjawab: “Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah. “56)
Dalam Hadist shahih disebutkan: “Maukah kuberi tahukan kepada kalian amal yang paling utama bagi kalian, paling bersih menurut Tuhan kalian, dan lebih baik bagi kalian daripada menshadaqahkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bersua dengan musuh, lalu kalian tebas batang leher mereka dan mereka balas menebas batang leher kalian?” Para shahabat menjawab: “Tentu kami mau, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Yaitu mengingat Allah.”
Dalam Hadist shahih lainnya disebutkan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya perintah Islam itu sangat banyak bagiku, sedang aku sudah tua, maka beritakanlah kepadaku tentang suatu perintah yang dapat kujasikan sebagai pegangan.” Rasul menjawab: “Hendaknya lisanmu tetap basah karena dzikir menyebut Allah,”58). Disarikan dari buku La Tahzan

Nama : Iblis
Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
Singgasana : Di atas air
Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir
Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
Karyawan : Setan jin dan setan manusia
Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen : Dukun dan paranormal
Musuh : kaum muslimin
Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para thaghut
Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa
Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta
Jurus Andalan :
1. Memoles kebathilan
2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5. Menyesatkan manusia secara bertahap
6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7. Berlagak sebagai penasihat
Kelemahan :
1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3. Lari dari suara adzan
4. Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah
5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah
Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali, Oleh : Abu Umar Abdillah
